Industri

5 Alasan Indonesia Harus Mulai Mengembangkan Sektor Agroindustri

5 Alasan Kenapa Indonesia Harus Mulai Fokus Mengembangkan Sektor Agroindustri

AGROINDUSTRI.ID – Bayang-bayang krisis ekonomi di era tahun 1998, seharusnya membuat Indonesia lebih mawas diri dan belajar banyak hal tentang bagaimana membangun suatu sistem perekonomian yang mumpuni. Waktu telah menunjukkan bahwa industri yang mengandalkan teknologi tinggi dan bergantung pada bahan-bahan import keadaannya sangat rapuh. Pada krisis 1998 perlahan industri-industri tersebut gulung tikar sehingga menimbulkan pengangguran tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang negatif. Keadaan sebaliknya terjadi pada industri yang berbasis sumber daya alam, Sektor Agroindustri, investasi padat karya, tidak tergantung impor dan tidak menggunakan hutang luar negeri. Industri ini masih hidup serta berkembang dan menghasilkan pertumbuhan yang positif meskipun kecil.

 

Prospek Perkembangan Sektor Agroindustri di Indonesia

 

Seperti sebutannya, Agroindustri atau Industri pertanian adalah sebuah industri yang mengolah bahan-bahan hasil pertanian menjadi bahan-bahan siap pakai dan bahan-bahan setengah jadi, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Contoh dari produk agroindustri yaitu, sabun, minyak goreng, mie instan, kopi, teh, gula, yogurt, nata de coco dan masih banyak lagi.

Agroindustri sendiri dibedakan menjadi dua bagian, yaitu agroindustri hulu dan agroindustri hilir. Berbagai jenis mesin, bahan baku dan peralatan industri pertanian seperti penggiling padi, traktor dll. termasuk sebagai agroindustri hulu, sedangkan agroindustri hilir meliputi penanganan pasca panen, industri pengolahan makanan dan minuman, industri agrowisata, industri biofarma, industri pengolahan hasil samping dan industri bioenergi.

Di Indonesia sendiri sektor agroindustri mempunyai peluang untuk dapat dikembangkan lebih luas. Sebagai negara agraris dan maritim sumber bahan baku seperti ketela pohon, sagu, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman perkebunan, ikan laut dan hasil hutan mempunyai potensi berlimpah, ditambah lagi dengan fakta bahwa sebagian besar penduduk kita memiliki mata pencaharian di sektor pertanian.

Kandungan bahan baku agroindustri yang berasal dari impor juga relatif rendah, usaha agroindustri Indonesia terutama sektor pertanian mempunyai keunggulan komparatif. Di era perdagangan bebas nanti tidak akan ada lagi restriksi terutama restriksi non tarif sehingga pengembangan pasar ke luar negeri mempunyai peluang yang sangat besar. Alasan itulah kenapa seharusnya pemerintah Indonesia harus mulai fokus untuk mengembangkan sektor agroindustri, alasan ini secara aktual dan faktual didukung oleh fakta-fakta sebagai berikut:

1.Pengembangan Sistem Agroindustri di Indonesia Sudah Menjadi Sebuah Keputusan Politik.

Rakyat melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sudah memberi arah pembangunan ekonomi sebagaimana dimuat dalam GBHN 1999-2004 yang mengamanatkan pembangunan keunggulan komparatif Indonesia sebagai negara agraris dan maritim. Arahan GBHN tersebut tidak lain adalah pembangunan dan penguatan sistem berbasis agroindustri.

2.Pembangunan Sektor Agroindustri Juga Searah Dengan Amanat Konstitusi

Konstitusi yang mendukung pembangunan sistem agroindustri yaitu ada pada Undang-undang No. 22 tahun 1999, Undang-undang No. 25 tahun 1999 dan PP 25 tahun 2000 tentang pelaksanaan Otonomi Daaerah. Dari segi ekonomi, esensi otonomi daerah adalah mempercepat pembangunan ekonomi daerah dengan mendayagunakan sumber daya yang tersedia di setiap daerah, yang tidak lain adalah sumber daya di bidang pertanian.

Selain itu, pada saat ini hampir seluruh daerah struktur perekonomiannya (pembentukan PDRB, penyerapan tenaga kerja, kesempatan berusaha, eskpor) sebagian besar (sekitar 80 persen) disumbang oleh agroindustri (agribinsis).

3.Indonesia Memiliki Keunggulan Komparatif (comparative advantage) Dalam Agroindustri

Kita memiliki kekayaan keragaman hayati (biodivercity) daratan dan perairan yang terbesar di dunia, lahan yang relatif luas dan subur. Dari kekayaan sumber daya yang kita miliki hampir tidak terbatas produk-produk agroindustri yang dapat dihasilkan dari bumi Indonesia. Selain itu, Indonesia saat ini memiliki sumber daya manusia (SDM) agroindustri, modal sosial (kelembagaan petani, local wisdom, indegenous technologies) yang kuat dan infrastruktur agroindustri atau agribisnis yang relatif lengkap untuk membangun sistem agroindustri.

4.Pembangunan Sistem Agroindustri Tidak Memerlukan Impor dan Hutang Luar Negeri

Seperti yang kita ketahui hutang pinjaman Indonesia ke luar negeri sudah semakin menumpuk, akan semakin berat jika kita terus memaksakan untuk alih teknologi dan membangun pabik-pabrik dengan bahan baku import. Pembangunan sistem agroindustri atau agribisnis yang berbasis pada sumberdaya domestik (domestic resources based, high local content) adalah salah satu solusi tepat, karena tidak memerlukan impor dan pembiayaan eksternal (utang luar negeri) yang besar. Hal ini sesuai dengan tuntutan pembangunan ke depan yang menghendaki tidak lagi menambah utang luar negeri karena utang luar negeri Indonesia yang sudah terlalu besar.

5.Dalam Menghadapi Persaingan Ekonomi Global, Indonesia Sulit Bersaing Pada Produk Yang Sudah Dikuasai Negara Maju

Bukan bermaksud pesimis, kita semua tahu dengan inovasi mobil listrik  karya anak bangsa yang digunakan Dahlan Iskan. Tetapi pada kenyataannya Indonesia sulit bersaing dalam industri otomotif, eletronika, dll dengan negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, China atau Amerika Serikat. Karena itu, kita harus memilih produk-produk yang memiliki kemungkinan besar Indonesia bisa memiliki keunggulan bersaing, di mana negara-negara maju tersebut kurang memiliki keunggulan pada produk-produk yang bersangkutan.

Baca juga:  Iklan Anti Rokok, Konspirasi Amerika Membunuh Industri Indonesia

Produk-produk Indonesia yang sudah terbukti memiliki keunggulan bersaing dengan negara-negara di dunia yaitu produk agribisnis, seperti produk-produk dari karet, produk turunan CPO (detergen, sabun, palmoil, rokok kretek yang sudah menjadi warisan nusantara. dll). Singkat kata, “Biarlah Jepang menghasilkan mobil, tetapi Indonesia menghasilkan ban-nya, bahan bakar (palmoil diesel), palmoil-lubricant“.

 


Agroindustri.id merupakan media yang khusus menyajikan artikel-artikel seputar industri pertanian di Indonesia. Dengan tujuan agar masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan potensi hasil pertanian yang sampai saat ini belum dikelola secara maksimal.

 

Comments
To Top