Advertorial

Hal-Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Produk Pinjaman Bisnis dari HSBC

Ada banyak jenis pinjaman yang ditawarkan oleh perusahaan keuangan. Salah satunya adalah pinjaman bisnis. Sesuai dengan namanya, pinjaman ini merupakan modal yang diberikan kepada para pelaku bisnis untuk mendukung kegiatan suatu perusahaan. Berbeda dengan jenis pinjaman lainnya, pinjaman jenis ini memiliki tenor yang pendek, yaitu tidak lebih dari satu tahun.

Salah satu penyedia produk pinjaman ini adalah HSBC. HSBC merupakan salah satu bank internasional yang ada di Indonesia dan memiliki produk pinjaman untuk bisnis. Jika anda tertarik untuk mengajukan pinjaman bisnis ke HSBC, informasi berikut ini sebaiknya anda ketahui lebih awal.

Hal-Hal Terkait Pengajuan Pinjaman

Memiliki jaminan, berupa rumah, apartemen, rukan, kantor, rumah susun, ruko, yang terletak di tengah kota.

  1. Jaminan juga bisa berbentuk time deposit, yaitu salah satu produk perbankan yang berupa simpanan dalam jangka waktu tertentu dan memiliki bunga yang tinggi.
  2. Plafon pinjaman minimal adalah Rp 500 juta dan maksimal Rp 10 milliar
  3. Limit pinjaman tidak boleh menggunakan USD
  4. Jangka waktu pinjaman maksimal 1 tahun dan dapat dilakukan perpanjangan waktu.
  5. Pinjaman bisnis HSBC dibagi menjadi tiga, yaitu :
  6. Pinjaman modal kerja

Merupakan fasilitas modal kerja

  • Pinjaman askep
  • Pinjaman angsuran

Syarat dan Ketentuan

  1. Pinjaman bisnis bisa diajukan oleh perorangan maupun oleh perusahaan atau badan usaha, yang telah berkembang baik dalam kurun waktu minimal 3 tahun
  2. Usia minimal yang mengajukan adalah 25 tahun
  3. Usia maksimal yang mengajukan adalah 70 tahun pada saat kredit berakhir
  4. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  5. Pengajuan kredit digunakan untuk tujuan yang produktif, bukan untuk tujuan konsumsi

Dokumen yang Dibutuhkan

  1. Perorangan
  2. KTP/papor dari orang yang mengajukan
  3. Akta kelahiran/ akta cerai
  4. Akta kematian dari pasangan (jika ada)
  5. Surat nikah
  6. Kartu keluarga
  7. Akta pisah harta/ perjanjian perkawinan (jika ada)
  8. Rekening koran/ tabungan selama 3 bulan terakhir dari semua bank yang dimiliki
  9. SPT Tahunan
  10. SIUP TDP, Surat Keterangan Domisili Usaha
  11. NPWP yang mengajukan
  12. Data fasilitas di bank lain (jika ada)
  13. Copy dokumen jaminan
  14. Perusahaan
  15. KTP/ Paspor pengurus atau pemegang saham
  16. Rekening koran/ tabungan 3 bulan terakhir di semua bank
  17. SIUP TDP, Surat Keterangan Domisili Usaha
  18. NPWP yang mengajukan
  19. Data fasilitas di bank lain (jika ada)
  20. Copy dokumen jaminan
  21. Anggaran dasar perusahaan
  22. Company/ group profile
  23. Feasibility Study/ proyeksi arus kas (jika ada)
  24. Laporan keuangan 3 tahun terakhir
  25. List dari pemasok/ stok datang
  26. Working Contract/ SPK (jika ada)

Nah, itulah syarat dan ketentuan serta hal-hal lain terkait pengajuan pinjaman bisnis di HSBC. Plafon pinjamannya tergolong besar, yaitu mencapai Rp 10 milliar. Tapi juga perlu diingat, pinjaman yang diberikan oleh HSBC hanya boleh digunakan untuk tujuan produktif, bukan tujuan konsumsi. Jadi, kalau anda mengajukan pinjaman jenis ini ke HSBC dengan tujuan konsumsi, kemungkinan besar pinjaman yang anda ajukan akan ditolak.

Pinjaman di HSBC bisa dilakukan secara online. Anda hanya perlu mengunjungi laman hsbc.co.id, kemudian pilih kategori yang anda butuhkan. Ada informasi lengkap terkait produk yang anda pilih, mulai dari syarat dan ketentuan hingga biaya yang dibutuhkan. Kalau masih bingung, anda bisa mengunjungi kantor cabang HSBC terdekat.

Comments
To Top