Bisnis

Agrindo Suprafood Produsen Nata de Coco Dari Bantul

cv agrindo suprafood jogja

AGROINDUSTRI.ID – Kemandirian dan keuletan merupakan salah satu kunci sukses dalam berwirausaha. Hal itulah yang disampaikan oleh Herry Supratikno,S,T selaku pemilik CV. Agrindo Suprafood yang kini sudah menjadi salah satu produsen yang memasok Nata De Coco ke berbagai daerah di Indonesia. Termasuk salah satunya ke PT Garuda food.

Agrindo suprafood,perusahaan milik Herry Supratikno,S,T kelahiran 1978. CV. Agrindo suprafood merupakan suatu usaha yang bergerak dibidang Agroindustri yang memproduksi nata de coco dengan bahan dasar air kelapa yang di dapatkannya dari pasar-pasar juga pabrik minyak kelapa di sekitar Bantul.

Agrindo Suprafood adalah salah satu perusahaan nata de coco lembaran di wilayah Yogyakarta. Pada tahun 2003, CV Agrindo Suprafood berdiri dan mulai menjalankan usahanya di bisnis nata de coco dengan mengandalkan produk nata lembaran dan modal seadanya. Pada mulanya, Agrindo Suprafood memproduksi nata de coco sendiri dengan kapasitas 5 ton per minggu. Akan tetapi dengan berkembangnya pasar dan konsumen nata de coco dan seiring berjalannya waktu, Saat ini Agrindo Suprafood memiliki kurang lebih 140 petani nata de coco yang tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta dan daerah sekitarnya, seperti Purworejo, Kebumen, dan Klaten.

Setelah memiliki pasar yang luas Agrindo Suprafood pada tahun 2006 mengembangkan usahanya dari menjual nata de coco lembaran kini sudah mulai menjual nata de coco potongan berukuran 0,3 x0,3 x0,3 cm ; 0,6 cm ; 1,2 cm, serut, nata juice. Saat ini CV Agrindo Suprafood mampu memproduksi nata potong 150 ton/minggu yang dipasok ke beberapa daerah di Indonesia. Kemampuannya menciptakan usaha yang ramah lingkungan juga menjadi salah satu alasan mengapa industri nata de coco ini dapat bertahan hingga kini, setelah melewati berbagai krisis yang dihadapi.

Proses Pembuatan Nata De Coco

Proses pembuatan nata de coco di CV Agrindo Suprafood ini sama dengan pembuatan nata de coco pada umumnya yakni dengan memanfaatkan peranan bakteri terutama jenis Acetobacter xylinum. Dari awal pembuatan bibit starter hingga pemanenan nata de coco membutuhkan waktu + 14 hari.

Pembuatan Starter

a. Bahan

  1. Air kelapa 9 liter
  2. Gula pasir 100 gram
  3. ZA 50 gram
  4. Cuka 1,5 ml
b. Alat yang dipergunakan
  1. Panci
  2. Botol
  3. Kompor
  4. Penyaring
  5. Kertas Koran
  6. Karet Gelang
c. Cara Pembuatan

 

Penyaringan air kelapa dengan menggunakan kain saring. Setelah air kelapa terbebas dari semua kotoran atau daging buah kelapa yang mungkin tercampur saat pengupasan dan pembelahan buah kelapa, kemudian dimasukkan ke dalam panci. Panci yang telah diisi dengan air kelapa tadi kemudian ditaruh di atas kompor dan dipanaskan hingga mendidih. Bahan-bahan seperti gula pasir, ZA dan cuka yang telah dipersiaapkan dimasukkan ke dalam air kelapa. Setelah semua bahan tercampur, masukan ke dalam botol saat masih panas. Kemudian didiamkan selama satu malam. Hasil proses ini disebut media cair.Setelah media cair tersebut dingin, diinokulasi dengan biakan bakteri. Kemudian dilakulan pemeraman dan disimpan dalam rak selama 3-4 hari pada suhu kamar. Hasilnya disebut bibit starter

Pembuatan Nata De Coco
a. Bahan
  1. Air kelapa 450 liter
  2. Gula pasir 2,5 kg
  3. ZA 1,25 kg
  4. Cuka 50 ml
b. Alat yang dipergunakan
  1. Panci
  2. Nampan
  3. Kompor
  4. Penyaring
  5. Kertas Koran
  6. Karet Gelang
c. Cara Pembuatan 

 

Penyaringan air kelapa dengan menggunakan kain saring. Setelah air kelapa bersih dari semua kotoran atau daging buah kelapa yang mungkin tercampur saat pengupasan dan pembelahan buah kelapa, kemudian dimasukkan kedalam panci. Panci yang telah diisi dengan air kelapa bersih tadi kemudian ditaruh di atas tungku dan direbus hingga mendidih . Masukan bahan-bahan seperti gula pasir, ZA, dan cuka ke dalam air kelapa.

Tahap penampanan adalah istilah yang di gunakan para karyawan industri rumahan milik bapak Ari. Yaitu tahap dimana penutupan nampan menggunakan kertas koran dan diberi ikatan menggunakan karet gelang. Setelah semua bahan tercampur, lalu di masukan ke dalam nampan saat masih panas. Kemudian didiamkan selama satu malam. Setelah media cair tersebut dingin, diinokulasikan biakan bakteri. Kemudian dilakulan pemeraman dan disimpan dalam rak selama 6-7 hari pada suhu kamar.

 

Pemanenan Nata de coco

Pada tahap ini pemanenan nata de coco biasanya dilakukan setelah 7 hari pemeraman. Lapisan nata yang terletak di bagian atas diambil. Kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik yang sedikit diberi air kelapa . Untuk media yang tersisa, langsung dibuang sebagai limbah. Nata de coco kemudian dibersihkan kulit arinya dan dipotong. Setelah dipotong nata de coco masih harus melalui penyortiran dan di kemas. Lalu nata dikirim ke pabrik-pabrik yang telah memesan. Ada sekitar 14 pabrik yang memesan di CV. Agrindo Suprafood. Diantaranya Garuda Food, Borobudur, Sinar Mas, Sari Coco, Star Food, PUJ dan beberapa pabrik kecil yang lain. Sirkulasi nata di CV. Agrindo Suprafood + 80 ton/bulan. Yang berasal dari 100 petani pemasok. Namun dari 100 petani itu yang konsisten memasok nata ke CV. Agrindo Suprafood hanya sekitar 60 petani saja.

Comments
To Top