produk

Cara Mudah Membuat Minuman Berkarbonasi

minuman bersoda - agroindustri.id

AGROINDUSTRI.ID – Ketika cuaca sedang panas, maka akan sangat menyegarkan jika kita minum soft drink dingin yang baru keluar dari dalam freezer. Pasti tenggorokan langsung terasa dingin dan kita menjadi lebih semangat dalam beraktifitas. Biasanya untuk mengonsumsi soft drink, kita selalu mempunyai stok di kulkas yang kita beli dari toko atau swalayan. Padahal sebenarnya jika kita tahu proses pembuatan minuman berkarbonasi ini, kita bisa membuatnya sendiri di rumah.

Sebelum kita mengetahui pembuatan minuman berkarbonasi yang benar, kita harus paham dulu apa itu minuman berkarbonasi.

Minuman berkarbonasi

Banyak orang yang belum mengenal istilah minuman berkarbonasi ini. Padahal minuman ini sangat dekat denagn kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kita pun bisa membuat sendiri minuman berkarbonasi di rumah.

Minuman berkarbonasi disebut juga dengan minuman bersoda, minuman ringan atau soft drink. Di Inggris, minuman berkarbonasi ini dikenal dengan nama Fizzy drink. Di Amerika Serikat, dikenal dengan nama minuman soda atau minuman tonik. Sedangkan di Indonesia dikenal dengan nama soda atau soft drink. Saat ini sudah banyak varian soft drink yang bisa kita pilih. Ada coca cola, pepsi, big cola, sprite, limun, Fanta dan masih banyak lagi merk soft drink lain yang diproduksi di Indonesia.

Namun, meski beberapa produk minuman ringan tersebut di produksi di Indonesia bukan berarti merek-merek tersebut merupakan produk asli Indonesia.  Sebagian besar produsen dot drink di Indonesia saat ini merupakan merek luar negeri yang juga sudah sukses berekspansi ke negara-negara lain di dunia.

Minuman Bersoda Pertama dan Tertua di Indonesia

minuman bersoda

minuman bersoda cap badak – agroindustri.id

Di Indonesia sendiri salah satu merek dagang minuman bersoda yang cukup terkenal yaitu merek badak, cukup mudah mengenali jenis minuman bersoda produksi dalam negeri ini, karena kemasannya yang menampilkan gambar badak dan dikemas menggunakan botol kaca transparan menyerupai sirup.

Minuman Cap Badak juga diklaim oleh beberapa media sebagai merek minuman bersoda pertama dan tertua di Indonesia. Hal tersebut tidak mengherankan, karena proses produksi minuman Cap Badak sendiri sudah dimulai sejak tahun 1916 di kota Pematang Siantar, Sumatera Utara dengan nama pabrik NV Ijs Fabriek Siantar.

Pabrik NV Ijs Fabriek Siantar awalnya merupakan sebuah pabrik yang dibuat oleh seorang warga keturunan Swiss, yang kemudian direbut oleh pribumi setelah masa perang kemerdekaan. Setelah sempat mengalami masa vakum produksi, pada tahun 1971 pabrik ini diambil alih oleh pengusaha lokal dan berganti nama menjadi Pabrik Es Siantar, yang bertahan hingga sekarang.

Ditengah ramainya persaingan antar produsen minuman berkarbonasi di Indonesia, minuman Cap Badak ternyata hingga kini mampu tetap eksis untuk bersaing dengan merek-merek internasional, terutama di kawasan Medan dan sekitarnya. Salah satu cara mereka bisa bertahan yaitu dengan tetap berinovasi menghadirkan berbagai varian rasa minuman bersoda, seperti rasa jeruk, rasa anggur, soda murni dan tentu saja Saparila.

Saparila atau Sarsaparila merupakan salah satu minuman yang cukup populer di Jawa jaman dahulu, saat ini minuman Saparila memang tidak banyak dijual tapi kita masih bisa menemukannya di warung-warung sate atau tongseng kambing di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Saya sendiri terakhir kali merasakan minuman ini di Pasar Kangen Jogja, sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Rasanya yang mirip seperti jamu memang tidak banyak disukai oleh anak muda, tapi tetap saja minuman ini menjadi salah satu minuman legenda yang tetap harus kita jaga.

Benarkan Minuman Berkarbonasi Tidak Bagus Untuk Kesehatan?

Sebenarnya minuman berkarbonasi ini adalah minuman yang di dalamnya ada kandungan karbondioksida. Namun minuman ini tidak beralkohol dan tidak memiliki gizi apa pun yang bisa di suplay ke dalam tubuh. Sehingga minuman ini adalah murni minuman ringan dan hanya sebagai minuman penghilang haus saja.

Menurut ahli kesehatan tubuh, Kita tidak boleh minum soft drink terlalu banyak, karena kalorinya sangat tinggi dan kandungan gulanya juga sangat tinggi. Bahkan kalau bisa, kita disarankan mengurangi untuk mengkonsumsi minum soft drink ini.

Proses Pembuatan Minuman Berkarbonasi

Kita bisa minum soft drink karena kita membelinya di toko atau swalayan terdekat. Kita hanya tahu bahwa soft drink hanya bisa dibuat di pabriknya saja. Padahal sebenarnya pembuatan minuman berkarbonasi ini bisa dibuat di rumah.

Jika kita membuatnya di rumah, maka kita bisa paham betul bahan-bahan yang harus dipakai. Berikut adalah proses untuk membuat minuman berkarbonasi sendiri di rumah:

Sebelum memulai untuk membuat soft drink atau minuman berkarbonasi, kita harus mempersiapkan bahan-bahannya, yaitu 1 botol air matang, gula pasir, esense (ada banyak jenis essense yang bisa kita pakai, di antaranya adalah esense Fanta, esense limun, esense coca cola, esense sprite, atau yang lainnya), pewarna makanan, asam citrun, dan soda kue.

Selanjutnya, proses pembuatan minuman berkarbonasi adalah :

  • Masukkan gula pasir ke dalam air matang yang sudah disiapkan. Atur takarannya hingga air terasa manis.
  • Kemudian masukkan esense dan pewarna makanan sambil terus diaduk. Pewarna dan esense inilah yang akan membuat penampilan soft drink home-made ini lebih mirip aslinya.
  • Lalu tambahkan soda kue dan asam citrun. Aduk sampai rata.
  • Pembuatan minuman berkarbonasi selesai.
  • Selanjutnya dinginkan dan siap untuk diminum.

Untuk penyimpanannya, agar tahan lama, masukkan ke dalam botol dan pastikan tertutup rapat. Fungsi pengemasan dan penutupan yang rapat ini adalah untuk menghindari penguapan. Kemudian simpan di lemari es. Penyimpanan ini berfungsu supaya minuman ini bisa tahan lama, dan kita bisa menikmatinya dalam beberapa hari ke depan.

Proses untuk membuat minuman berkarbonasi di rumah ini lebih efektif karena akan membuat kita lebih tahu bagaimana membuat soft drink sendiri. Tanpa ada bahan pengawet, sehingga soft drink buatan sendiri ini akan lebih aman untuk dikonsumsi.

 

Comments
To Top