Bisnis

Langkah-Langkah Budidaya Bibit Pinang Betara

pinang

Pinang betara merupakan salah satu jenis pinang unggul yang saat ini banyak dibudidayakan. Dibandingkan jenis tanaman pinang lainnya, pinang betara ini sekarang banyak diburu dan nilai jualnya juga lebih tinggi. Bibit pinang betara juga kini banyak diincar untuk dibudidayakan sehingga menghasilkan keuntungan yang melimpah.

Budidaya Pinang Betara

Jika Anda juga tertarik untuk membudidayakan pinang betara maka penting sekali memahami seperti apa prosedur yang tepat. Budidaya pinang ini sebenarnya mudah hanya saja memang dibutuhkan teknik yang tepat agar memberikan hasil yang baik. Berikut adalah langkah-langkah budidaya pinang betara yang disarankan:

1.Pilih Bibit Unggul

Langkah pertama yang tentu saja harus dilakukan adalah memilih bibit pinang betara yang unggul. Jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan, maka bibit yang dibudidayakan harus berkualitas bagus. Perlu diketahui bahwa bibit unggul ini memiliki ciri khas tertentu.

Bibit pinang yang berkualitas akan memiliki daun indukan yang lebat, lebih dari 8 helai. Kemudian, batangnya terlihat lurus dan ada mahkota menyerupai setengah bola. Bibit pinang juga harus memiliki diameter yang ideal, artinya tidak berukuran terlalu kecil.

2.Sediakan Lahan

Jika bibit sudah siap, maka selanjutnya sediakan lahan perkebunan untuk membudidayakan pinang betara ini. Perlu diketahui bahwa pinang betara ini sebenarnya bisa tumbuh baik di berbagai lingkungan. Namun, lebih disarankan untuk menyediakan lahan di ketinggian 600 sampai 1000 mdpl sebagai lokasi budidaya pinang betara.

Lahan di ketinggian ini tercatat memiliki cuaca yang sangat mendukung pertumbuhan pohon pinang. Penting juga untuk memastikan lahan akan mendapatkan cukup banyak sinar matahari. Selain itu, tingkat keasaman tanah juga harus diperhatikan dan diusahakan dalam posisi netral.

3.Lakukan Perkecambahan

Jika bibit dan lahan sudah siap maka langsung saja masuk ke tahap perkecambahan. Caranya adalah dengan merendam bibit ke dalam air bersih. Masukkan fungisida organik untuk mencegah munculnya jamur. Simpan rendaman bibit tadi di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Perendaman ini dilakukan selama 1-2 malam, kemudian proses menjadi kecambahnya membutuhkan waktu 1 – 1,5 bulan.

4.Pindahkan ke Lahan

Saat proses perkecambahan berlangsung, jangan lupa untuk memeriksa kondisi bibit secara berkala. Jika sudah muncul daun sebanyak 5 lembar maka pisahkan bibit tersebut karena ini artinya bibit masuk ke kategori unggul dan siap dipindahkan. Jika sudah ada cukup banyak bibit yang siap untuk dipindahkan, maka segera siapkan lahan.

Pindahkan bibit pinang ke lahan yang sudah disiapkan. Berikan jarak antar benih sebanyak 3 meter. Jarak ini diberikan untuk mengantisipasi pertumbuhan pohon pinang nantinya. Jarak 3 meter sudah dianggap cukup bagi tiap pohon pinang untuk bertumbuh dengan baik.

5. Lakukan Pemupukan dan Penyiraman

Setelah pohon pinang tertanam dengan baik di lahan perkebunan, maka selanjutnya lakukan pemupukan dan penyiraman. Pemupukan bisa dilakukan dengan memakai pupuk jenis NPK setiap 6 bulan sekali. Pastikan bahwa dosis pupuk yang diberikan sudah tepat sehingga akan mendukung pohon tumbuh secara optimal. Sementara itu penyiraman sebaiknya dilakukan dua hari sekali.

6.Pemanenan

Jika pohon pinang dirawat dengan teknik yang benar, maka pohon ini bisa bertumbuh optimal dan berbuah saat memasuki usia 4-5 tahun. Biasanya pohon ini bisa dipanen 8-10 kali setiap tahun. Satu pohon pinang umumnya akan memberikan buah segar seberat 4 kg jika perawatan pohon dilakukan secara tepat.

Itulah langkah budidaya bibit pinang betara yang bisa dicoba. Pinang betara ini menjadi salah satu jenis pinang unggul yang punya khasiat untuk kesehatan. Tak heran jika proses budidaya tanaman ini juga mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Jika Anda tertarik untuk bududaya Anda bisa mendapatkan bibit pinang unggul dari Lentera Mantang sebuah unit usaha di Jambi yang sudah beroperasi sejak tahun 2018. Websitenya bisa di akses melalui bibitpinangunggul.com.

Comments

Trending

To Top